Selasa, 24 Juli 2007

Indonesia Prioritas Wilmar Grup dalam Pengembangan Sawit

Indonesia jadi prioritas Wilmar untuk pengembangan kebun sawit

JAKARTA: Indonesia akan menjadi wilayah prioritas Wil-mar International Limited dalam pengembangan perkebunan sawitnya dengan target pertumbuhan lahan 40.000 hektare per tahun.

Perusahaan agribisnis produsen minyak sawit (crude palm oil/CPO) terbesar di Asia itu menyiapkan kapitalisasi hingga US$12,7 miliar ditambah keuntungan yang dibukukan tahun lalu sekitar US$400 juta untuk melancarkan ekspansinya.

Dirut Wilmar Kuok Khoon Hong menyatakan optimistis menjadikan Wilmar sebagai perusahaan teragresif di Indonesia melalui jejaring bisnisnya di dalam negeri untuk memperluas areal perkebunan.

"Dengan kekuatan grup kami berupa ahli-ahli perkebunan dan tenaga lokal akan membuat ekspansi luas lahan lebih cepat dan efisien di Indonesia. Kami telah menetapkan target perluasan lahan 40.000 ha per tahun untuk penanaman baru," katanya kemarin.

Kuok menuturkan ekspansi ini akan memperkuat posisi Wilmar sebagai perusahaan CPO terintegrasi yang terbesar di kawasan Asia dan Ukraina.

Menanggapi hal itu, Dirjen Perkebunan Departemen Pertanian Ahmad Mangga Barani mengungkapkan pemerintah tidak dapat menghalangi ekspansi perusahaan perkebunan asing, baik dari Singapura maupun Malaysia.

Ikuti aturan

Apalagi, ujarnya, dalam Perpres No.76/2006 tentang Daftar Negatif Investasi (DNI) sektor perkebunan merupakan salah satu bidang usaha yang dibuka untuk asing dengan maksimal kepemilikan saham yang diizinkan hingga 95% dengan syarat tertentu.

"Yang pasti kami sudah membatasinya dengan Permentan No.26/Permentan/ OT.140/ 2/2007 tentang Pedoman Perizinan Usaha Perkebunan. Silakan saja di sini, tetapi harus mengikuti peraturan pemerintah," tegasnya.

Dalam Permentan itu, lanjutnya, perusahaan asing diperbolehkan mengelola lahan perkebunan hingga 100.000 ha tetapi minimal 20% wilayahnya harus dikerjakan secara inti plasma dengan petani setempat.

Di Indonesia, Wilmar kini mengelola 64.700 ha perkebunan sawit yang telah selesai ditanami pada September 2006. Perusahaan ini total menguasai sekitar 210.000 ha yang tersebar di Sumut, Sumbar, Riau, dan Kalbar.

Selain itu, Wilmar juga diketahui mengoperasikan 18 pabrik pengolahan minyak kelapa sawit di Indonesia berkapasitas 5,4 juta ton per tahun yang dikelola oleh sejumlah badan usaha nasional.

Untuk memenuhi kebutuhan bahan baku pabrik pengolahan itu, Wilmar bermitra dengan 14 perusahaan perkebunan milik delapan grup usaha agribisnis nasional, a.l. Astra Agro, Sinar Mas, Grup Salim, Dutapalma, Ashmore, Nusantara, dan Musim Mas.

Secara keseluruhan, Wilmar memiliki 570.000 ha kebun di kawasan Asia, termasuk Malaysia dan Indonesia, dengan 200.000 ha di antaranya telah ditanami.

Oleh Aprika R. Hernanda
Bisnis Indonesia

Tidak ada komentar: